Dalam dunia pendidikan Indonesia, khususnya ilmu matematika, peserta didik seringkali dijejalii berbagai macam rumus matematika yang mungkin akan membuat mereka ‘bosan’ dengan matematika. Saat mereka sudah berhasil menguasai suatu materi, sehingga dapat dengan cepat menyelesaikan masalah matematika yang dihadapkan, kebanyakan dari mereka justru tdak memahami apa sebenarnya yang sedang mereka pelajari, dan apa manfaatnya.
Seperti dalam materi Logaritma. Saat ditanya tentang apa itu logaritma,
dan apa pula manfaatnya, mereka akan diam dan tak mampu menjawabnya.
Karenanya, artikel ini akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut.
Logaritma ditemukan oleh John Napier yang lahir pada tahun 1550 di dekat
Edinburgh, Skotlandia. Selain menemukan, dia juga mendesain sebuah
metode sederhana untuk perkalian dan pembagian yang dikenal sebagai
tulang-tulang Napier. Ketika buku Napier tentang logaritma diterbitkan
pada tahun 1614, hal ini amat mengagumkan para ilmuwan sebagaimana
ditemukannya kalkulator di zaman modern. Dengan bantuan logaritma mereka
dapat mengerjakan perkalia dan pembagian yang sulit dengan cara cepat
dan mudah untuk pertama kalinya. Napier menghabiskan hidupnya
mengutak-atik matematika. Ia meninggal pada tahun 1617 pada usia 67
tahun da dimakamkan di Edinburgh. (Johanes,dkk: 33).
Logaritma sendiri merupakan salah satu rumusan dalam matematika yang
digunakan untuk menyederhanakan perhitungan. Selain untuk penyederhanaan
perhitungan, logaritma juga digunakan dalam berbagai disiplin ilmu,
seperti menghitung bunga bank, Laju pertumbuhan bakteri, Umur fosil.
Bagaimana menghitung usia fosil makhluk hidup? Tahukah anda, Pada
dasarnya, semua mahkluk hidup mengandung karbon 12 yang stabil dan
karbon 14 (sering disebut C14) yang radio aktif.Selama masih hidup,
perbandingan kedua zat tersebut tidak berubah, karena karbon 14 selalu
diperbarui. Setelah makhluk hidup mati, karbon 14 tidak lagi diserap
hingga jumlahnya makin menurun. Dengan meneliti kadar karbon 14 dalam
sisa jasad makhluk hidup, dapat ditentukan usia jasad tersebut.
Dalam menghitung umur fosil, logaritma sangat diperlukan pada
perhitungan untuk menyatakan besarnya zat yang meluruh atau yang tersisa
dalam suatu zat radioaktif. Zat radio aktif tersebut adalah karbon 14
(C-14) yang memiliki memiliki paruh waktu 5730 tahun, artinya zat ini
memerlukan waktu 5.530 tahun untuk meluruh menjadi setengah dari jumlah
awal. Jika kadar tersisa/yang meluruh sudah diketahui, usia fosil dapat
ditentukan.C-14 hanya dapat menghitung usia sisa jasad yang berusia
kurang dari 50.000 tahun. Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:
Rumus untuk menghitung berapa tua sebuah sampel dengan penanggalan carbon-14 adalah :
t = [ ln (Nf/No) / (-0.693) ] x t^(1/2)
dimana ln adalah logaritma natural,
Nf/No adalah persentase carbon-14 dalam sampel dibandingkan dengan
jumlahnya dalam jaringan hidup, dan t1/2 adalah waktu paruh carbon-14
(5.700 tahun).
Memang, dengan ilmu pengetahuan, kita bisa menjawab banyak hal. Jadi, masihkah kita berpaling muka pada ilu pengetahuan??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar